Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kembali menunjukkan kontribusi akademik dalam forum ilmiah nasional dan internasional. Mahasiswa IAT AIAT dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mempresentasikan paper pada 8th Annual Meeting AIAT. Kegiatan ini berlangsung pada 28 November hingga 1 Desember 2025.
Forum ilmiah ini mempertemukan akademisi studi Al-Qur’an dan Tafsir dari berbagai perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan keilmuan berbasis tantangan era digital. Dengan demikian, mahasiswa IAT memperoleh pengalaman akademik berstandar internasional.
Paper Al-Qur’an dan Kesehatan Mental di Era Digital

Bryan Setiaji, mahasiswa IAT UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mempresentasikan paper bertema Al-Qur’an dan kesehatan mental. Selanjutnya, penelitian ini mengkaji peran Al-Qur’an dalam menjawab kecemasan manusia modern. Fokus kajian diarahkan pada fenomena kelelahan informasi akibat penggunaan gawai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka. Selain itu, Bryan menelaah ayat Al-Qur’an dan tafsirnya melalui perspektif psikologi Islam. Dengan demikian, penelitian ini merumuskan pendekatan praktis berbasis nilai Qur’ani.
Hasil penelitian menekankan konsep rida dan qana’ah sebagai solusi kesehatan mental. Lebih lanjut, rida berfungsi menenangkan hati dari kecemasan sosial media. Sementara itu, qana’ah mengendalikan keinginan berlebihan di era digital.
Blockchain sebagai Solusi Autentikasi Al-Qur’an Digital

Paper kedua dipresentasikan oleh Herlina Apriliani, mahasiswa IAT UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selanjutnya, penelitian ini membahas penerapan teknologi blockchain dalam pelestarian teks Al-Qur’an digital. Kajian ini merespons tantangan misinformasi dan distorsi teks suci.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dan studi literatur. Selain itu, Herlina mengkaji kesesuaian teknologi blockchain dengan nilai etika Islam. Dengan demikian, kajian ini memadukan perspektif teologis dan teknologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain menjamin keaslian teks melalui sistem hash kriptografis. Lebih lanjut, konsep immutability dan traceability mendukung prinsip amanah dan maqaṣid al-syari‘ah. Pendekatan ini memperkuat validitas akademik studi Al-Qur’an digital.
Kontribusi Akademik Mahasiswa IAT dalam Forum AIAT
Kedua paper mencerminkan penguatan integrasi studi Al-Qur’an dan teknologi digital. Selain itu, kajian tersebut menunjukkan relevansi keilmuan IAT terhadap isu kontemporer. Dengan demikian, mahasiswa berkontribusi aktif dalam pengembangan studi tafsir modern.
Keterlibatan mahasiswa IAT dalam Annual Meeting AIAT memperkuat reputasi program studi. Sementara itu, forum ini menjadi sarana pengembangan kapasitas riset mahasiswa. Pengalaman ini juga memperluas jejaring akademik lintas institusi. Partisipasi mahasiswa IAT dalam forum ini menunjukkan kesiapan akademik di tingkat nasional dan internasional. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir terus mendorong riset inovatif berbasis digital. Dengan demikian, lulusan IAT diharapkan mampu merespons tantangan zaman secara ilmiah dan etis.
Lebih lanjut, partisipasi mahasiswa dalam forum ilmiah ini menunjukkan penguatan budaya riset di lingkungan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kegiatan akademik semacam ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, sistematis, dan kontekstual dalam mengkaji Al-Qur’an. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam forum AIAT menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis riset.
Selain itu, forum Annual Meeting AIAT memberikan ruang aktualisasi gagasan ilmiah mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan. Pengalaman ini memperkuat kesiapan akademik mahasiswa menghadapi tantangan studi lanjut dan dunia profesional.