Uncategorized

HMJ-IQTAF TANAMKAN CINTA NAHWU-SHARAF

Cirebon, (2/4). Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kajian rutin berupa kajian Nahwu Sharaf pada hari S...
Cirebon, (2/4). Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kajian rutin berupa kajian Nahwu Sharaf pada hari Selasa, 2 April 2019. Hal initak lain sebagai upaya menunjang keilmuan pada matakuliah lain yang tak lepas dari Nahwu Sharaf sebaga ialat untuk membedah berbagai kitab. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 15.30 tersebut diikuti oleh mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir dari berbagai angkatan, juga terbuka bagi jurusan lain. Bersama Ihsanul Ma’arif sebagai pemateri. Ketua HMJ-IQTAF Fitriyah Fauziah mengatakan, harapannya diadakan kajian rutin Nahwu Sharaf ini tentu mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir mampu untuk membaca atau memahami literatur Arab. “Jika telah menguasai Nahwu Sharaf ini diharapkan para mahasiswa dapat menggunakannya untuk membaca beberapa kitab sebagai rujukan atau referensi yang berbobot”, kata Fitriyah. Senada dengan itu, Anggota devisi kajian keilmuan HMJ-IQTAF Krisnandangmengungkapkan, kegiatan ini selain sebagai salah satu program kerja, juga sebagai upaya untuk meningkatkan keilmuan mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir, terutama di bidang tatabahasa Arab. Ia melanjutkan, “dengan diadakan kajian rutin ini diharapkan mahasiswa lebih bergairah lagi dalam menuntut ilmu, karena yang kami lakukan bukan hanya kajian Nahwu Sharaf saja, salah satunya kajian yang berbasis umum, jurnalistik, dan lain sebagainya”. “Untuk tidak meninggalkan identitas kita sebagai jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, kita tidak hanya melakukan kajian saja, akan tetapi pada kajian ke-4 di setiap bulannya akan diadakan khataman Alquran, yang sebelumnya setiap kelas mendapat tanggung jawab untuk membaca 4 juz”.Pungkasnya. Sementara itu, di awal materi Ihsanul Maarif menuturkan, kita membahas dari bab awal, dimulai dari apa itu kalam, karena di masing-masing kelas kita tak semuanya lulusan pesantren. “dengan memulai kajian dari bab awal, diharapkan hasilnya pun nyata. Yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren akan terlebih dahulu mengenal apa itu Nahwu Sharaf, sedangkan bagi yang pernah mengenyam pendidikan pesantren sifatnya sekedar mengingat kembali pelajaran yang telah dikuasainya”.Ujar alumnus Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon tersebut. (Sofhal Adnan) [masterslider id="2"]
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas