KEDAH, MALAYSIA, 20 Agustus 2026 — Rangkaian pengabdian mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memasuki hari terakhir. Agenda setoran hafalan menjadi bagian penting dalam pendampingan tahfiz di Ma’had Al-Iman Li Ulumil Qur’an. Selain itu, setoran hafalan juga menjadi momentum evaluasi perkembangan hafalan para santri.
Kegiatan tersebut memadukan pendampingan Al-Qur’an, penguatan kapasitas mahasiswa, dan inovasi teknologi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi berkelanjutan.
Perhimpunan Pagi dan Nasihat Mudir Ma’had
Kegiatan diawali dengan perhimpunan pagi di lingkungan Ma’had Al-Iman Li Ulumil Qur’an. Para santri dan mahasiswa mengikuti doa bersama sebelum memasuki ruang kelas masing-masing.

Selanjutnya, Ustadz Arif selaku Mudir Ma’had menyampaikan nasihat kepada mahasiswa KKN-PPL Internasional. Ia mendorong mahasiswa agar memanfaatkan pengalaman pengabdian sebagai bekal untuk masa depan.
“Semoga lulus dengan cemerlang dan sukses. Bisa mengambil pelajaran dan manfaat di pondok ini,” ujar Ustadz Arif.
Nasihat tersebut menambah semangat mahasiswa dalam menyelesaikan rangkaian pengabdian. Oleh karena itu, mahasiswa terus mengikuti setiap agenda dengan penuh tanggung jawab.
Setoran Hafalan dan Musabaqoh Qiroatul Qur’an
Usai perhimpunan, mahasiswa melanjutkan agenda dengan menerima setoran hafalan dari kelompok tahfiz. Kegiatan ini menjadi sesi terakhir pendampingan hafalan mahasiswa IAT selama berada di Ma’had.
Sementara itu, suasana pembelajaran berubah semakin semarak setelah sesi hafalan selesai. Para santri mengikuti Musabaqoh Qiroatul Qur’an sebagai bagian dari kegiatan keagamaan di Ma’had.

Mahasiswi IAT, Fara Abelliana, mendapat amanah untuk memandu jalannya musabaqoh. Ia memandu kegiatan tersebut bersama Ustadzah Syuhadah dengan suasana yang edukatif dan komunikatif.
Keterlibatan Fara menunjukkan kemampuan mahasiswa IAT dalam mendukung kegiatan keagamaan. Selain itu, pengalaman tersebut memperkuat keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi dan memimpin kegiatan.
Mahasiswa IAT Gagas Bank Data Hafalan Santri
Pengabdian mahasiswa IAT juga menghadirkan gagasan inovasi berbasis teknologi. Mereka menawarkan konsep “Bank Data Hafalan Santri” untuk membantu pengelolaan data hafalan santriwati.
Gagasan tersebut sesuai dengan semangat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan transformasi digital. Lebih lanjut, mahasiswa menyosialisasikan konsep tersebut kepada guru tahfiz bagian putri atau banat.

Mahasiswa menjelaskan manfaat sistem tersebut dalam pencatatan dan pemantauan hafalan. Sistem ini juga dapat membantu guru menyimpan data secara lebih terstruktur dan efisien.
Respons Positif dari Guru Tahfiz
Para guru tahfiz menyambut baik gagasan Bank Data Hafalan Santri. Mereka menilai sistem tersebut dapat mendukung proses rekapitulasi dan pemantauan perkembangan hafalan.
Dengan sistem digital, guru dapat mengelola data secara lebih rapi dan mudah ditelusuri. Selain itu, pengelolaan data yang terstruktur dapat mendukung evaluasi hafalan santri secara berkala.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat menghadirkan manfaat praktis. Teknologi menjadi sarana untuk memperkuat pengelolaan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Ma’had.
Memperkuat Jejak Pengabdian di Malaysia
Rangkaian kegiatan hari terakhir juga dilengkapi dengan dokumentasi kuliah petang bersama Dr. Shaaban Abdelhameed Rafae Mohamad. Kegiatan tersebut menambah pengalaman akademik mahasiswa selama menjalankan program internasional.

Selanjutnya, mahasiswa IAT berharap seluruh pengalaman di Ma’had dapat menjadi pembelajaran berharga. Mereka juga berharap inovasi Bank Data Hafalan dapat terus dikembangkan oleh pihak Ma’had.
Akhirnya, rangkaian pengabdian mahasiswa IAT tidak hanya menghasilkan pengalaman akademik. Kegiatan tersebut juga menghadirkan kontribusi dalam pendampingan tahfiz, kegiatan keagamaan, dan digitalisasi pengelolaan data.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAT UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian internasional. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa memberikan manfaat bagi Ma’had sekaligus memperluas pengalaman akademik dan profesional mahasiswa.