Paper Ekoteologi Tafsir menjadi salah satu kontribusi akademik dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Paper Ekoteologi Tafsir ini dipresentasikan oleh Dr. Achmad Lutfi, S.Ag., M.S.I. dalam forum internasional AIAT. Kegiatan berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 29 Desember 2025.
Forum ini merupakan bagian dari The 8th Annual Meeting of AIAT se-Indonesia and International Conference. Selain itu, kegiatan mengusung tema besar The Qur’an and Religious Literacy in Southeast Asia. Dengan demikian, forum ini mempertemukan akademisi tafsir dari berbagai negara.
Presentasi Dosen IAT pada Panel Session Internasional
Dr. Achmad Lutfi, S.Ag., M.S.I. tampil sebagai presenter pada sesi Panel Session. Selanjutnya, sesi ini mengangkat tema Interpreting the Qur’an in the Contemporary Era. Forum ini menjadi ruang diskusi kajian tafsir kontekstual.
Dalam presentasinya, Dr. Achmad Lutfi mengangkat kajian tafsir Al-Qur’an berbahasa Sunda karya Moh. E. Hasim. Selain itu, kajian ini dianalisis melalui pendekatan ekoteologis. Pendekatan tersebut menempatkan relasi manusia dan alam dalam bingkai teologis.
Kehadiran dosen IAT dalam forum ini menunjukkan penguatan peran akademisi. Sementara itu, partisipasi aktif sebagai presenter mencerminkan kontribusi keilmuan yang berkelanjutan. Forum ini juga memperluas jejaring akademik internasional.
Ekoteologi Tafsir Sunda dan Isu Lingkungan
Paper Ekoteologi Tafsir ini berangkat dari realitas krisis lingkungan global. Oleh karena itu, kajian tafsir diarahkan pada pembentukan kesadaran ekologis. Al-Qur’an diposisikan sebagai sumber etika lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka. Selain itu, analisis difokuskan pada ayat-ayat Al-Qur’an tentang alam dan tanggung jawab manusia. Kajian ini juga memperhatikan konteks budaya Sunda.
Hasil kajian menunjukkan penekanan pada konsep khalifah dan amanah. Lebih lanjut, manusia dipahami sebagai penjaga keseimbangan alam. Tafsir Sunda digunakan sebagai media internalisasi nilai ekologi.

Kontribusi Keilmuan bagi Studi Tafsir Kontemporer
Pendekatan ekoteologis dalam tafsir Sunda menawarkan perspektif baru. Selain itu, kajian ini memperkaya diskursus tafsir Nusantara. Dengan demikian, tafsir lokal memiliki relevansi global. Bahasa daerah berfungsi sebagai sarana dakwah ekologis. Sementara itu, nilai teologis disampaikan secara kontekstual. Pendekatan ini memudahkan pemahaman masyarakat.
Partisipasi Dr. Achmad Lutfi, S.Ag., M.S.I. menegaskan kontribusi akademik Prodi IAT. Melalui kajian ini, tafsir Al-Qur’an merespons tantangan ekologis modern. Dengan demikian, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan tafsir kontemporer.