Pada Kamis, 22 Oktober 2025, dua mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses melaksanakan Sidang Akhir Munaqosah sebagai bagian dari tahapan penyelesaian studi mereka. Pelaksanaan Sidang Akhir Munaqosah ini merupakan bagian dari rangkaian Gelombang Sidang XVIII, yang menjadi agenda rutin fakultas dalam mengevaluasi dan menguji hasil penelitian para mahasiswa tingkat akhir.
Adapun dua mahasiswa yang mengikuti sidang pada gelombang ini adalah Muhamad Ibrahim dan Sri Wulan Andriyani. Keduanya telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik mulai dari penyusunan proposal, bimbingan intensif dengan dosen, hingga penyempurnaan skripsi yang mereka teliti. Dengan penuh persiapan dan kesungguhan, kedua mahasiswa tersebut tampil untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.
Pelaksanaan sidang digelar di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Adab dengan suasana resmi, tertib, dan penuh nuansa akademik. Setiap mahasiswa dipersilakan memaparkan latar belakang penelitian, fokus pembahasan, metodologi yang digunakan, temuan utama, serta kontribusi ilmiah dari skripsi yang dikerjakan. Para penguji kemudian memberikan pertanyaan, masukan, serta penilaian mengenai kualitas penelitian dan kemampuan mahasiswa mempertanggungjawabkan hasil kajiannya.
Sidang berjalan lancar dan penuh semangat. Baik Muhamad Ibrahim maupun Sri Wulan Andriyani menunjukkan kemampuan argumentasi yang baik dalam menjawab setiap pertanyaan dari penguji. Keduanya mampu menjelaskan secara runtut dan jelas mengenai landasan teori, metode penelitian, hingga analisis data yang digunakan dalam penelitian mereka. Dewan penguji juga memberikan apresiasi atas ketekunan mereka dalam menyelesaikan penelitian, sekaligus memberikan catatan perbaikan untuk menyempurnakan skripsi masing-masing.
Ketua Program Studi IAT menyampaikan bahwa Sidang Akhir Munaqosah Gelombang XVIII ini merupakan bukti bahwa mahasiswa memiliki kompetensi akademik dan kemampuan ilmiah yang mumpuni. Beliau menambahkan bahwa proses sidang bukan sekadar ujian akhir, melainkan tahap penting yang mencerminkan perjalanan panjang mahasiswa dalam mengkaji dan memahami ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara mendalam. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa mencapai tahap ini adalah hasil kerja keras, komitmen, serta proses bimbingan yang intens antara mahasiswa dan dosen pembimbing.
Reaksi emosional juga terlihat dari kedua mahasiswa setelah selesai menjalani sidang. Perasaan lega, bangga, dan bahagia menyelimuti mereka karena berhasil melewati salah satu tahap paling krusial dalam studi mereka. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing, penguji, serta seluruh pihak fakultas yang telah membantu mereka selama proses penelitian berlangsung.
Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dengan menghadirkan proses sidang yang profesional, objektif, dan berorientasi pada mutu. Melalui pelaksanaan sidang gelombang XVIII ini, fakultas berharap mahasiswa mampu melanjutkan perjalanan mereka ke tahap berikutnya, baik ke dunia kerja maupun pendidikan lanjutan, dengan membawa bekal pengetahuan dan pengalaman akademik yang kuat.
Dengan selesainya sidang bagi dua mahasiswa ini, fakultas memberikan apresiasi atas pencapaian mereka dan mendorong mahasiswa lain untuk terus bersemangat menyelesaikan studinya. Semoga keberhasilan Muhamad Ibrahim dan Sri Wulan Andriyani menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa IAT dalam meraih prestasi akademik yang gemilang.