Dosen IAT FUA UIN SSC Bina Kafilah Jawa Barat Menjelang MQK Tingkat Internasional ke-1 Tahun 2025

Bandung_Prodi IAT – Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan Pembinaan Kafilah Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Hotel Karang Setra Kota Bandung, Kamis (18/9) dan Jumat (19/9). Mereka mendapatkan berbagai materi pembinaan untuk menghadapi kompetisi yang akan digelar pada 1–6 Oktober 2025 di Wajo, Sulawesi Selatan.
Dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, M. Sofi Mubarok, hadir memberikan pembinaan sekaligus arahan. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Akademik Tim MQK Internasional ke-1 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya kesiapan kafilah Jawa Barat agar mampu berprestasi di level nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, kita bersyukur dari sekian ribu peserta akhirnya mengerucut menjadi 33 orang yang akan mewakili Jabar,” ungkap M. Sofi Mubarok dalam arahannya di hadapan Kakanwil Kemenag Jabar, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesra Pemprov Jabar H. Rachmat, para kepala Kantor Kemenag se-Jabar, serta para pengasuh pesantren dan ulama. Tema MQK tahun 2025 ini adalah “Dari pesantren untuk dunia; cintai Tuhan, rawat bumi dan istimewakan ummat dengan kitab turats.”
Menurut M. Sofi Mubarok, peserta pembinaan adalah juara 1 jenjang ulya hasil seleksi MQK tingkat Jabar di Ponpes Al Basyariah Kabupaten Bandung pada 7 Agustus 2025, serta juara enam besar babak penyisihan MQK secara virtual bagi jenjang ula dan wustha tingkat nasional. Jumlah keseluruhan mencapai 33 orang, ditambah para pembina dan official kafilah MQK Jabar.
“Mudah-mudahan dengan tahapan demi tahapan yang sudah kita lakukan, menjadikan Jabar terbaik di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.
Tujuan kegiatan ini untuk memotivasi sekaligus meningkatkan kemampuan santri dalam kajian dan pendalaman ilmu-ilmu keislaman yang bersumber dari kitab turats atau kitab kuning, sebagai bagian dari proses pembentukan ulama dan tokoh masyarakat yang tafaqquh fiddin di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga mempersiapkan kafilah Jabar menghadapi MQK Internasional ke-1 Tahun 2025.
Harus Istimewa
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesra Pemprov Jabar, H. Rachmat, berharap Jabar tampil istimewa dalam pergelaran MQK tersebut.

“Kenapa harus istimewa? Karena yang namanya istimewa ya bukan juara 2, 3 atau 4, tetapi harus juara 1,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini Biro Kesra dan Kanwil Kemenag Jabar ibarat dua sisi mata uang. Kerja sama keduanya sudah terjalin baik, terutama dalam kegiatan keagamaan.
“Semoga ke depan kita bisa berkolaborasi lagi. Kita bisa menghidupkan lagi acara MQK ini. Insya Allah Pemprov mendukung, dan soal keuangan tidak akan kekurangan. Meski demikian, harus disiapkan setahun sebelumnya, tidak bisa mendadak,” ujar Rachmat.