Kajur IAT UIN SSC Perkuat Mainstreaming Moderasi Beragama Pejabat dan Dosen di Lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan

Kajur IAT UIN SSC Perkuat Mainstreaming Moderasi Beragama Pejabat dan Dosen di Lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan

Pusat Moderasi Beragama Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pusat MB LP2M) Universtitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur), Pekalongan, menggelar kegiatan Pelatihan Moderasi Beragama bagi kalangan Pejabat dan Dosen pada Selasa sampai Rabu, 16-17 September 2025 di Perpustakaan kampus setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat gerakan sosial Penguatan Moderasi Beragama (PMB) di Indonesia, yang juga menjadi bagian dari program prioritas Kementerian Agama.

Hadir sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut Mohamad Yahya, Instruktur Nasional PMB dari Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Kajur IAT) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Kurnia Muhajarah dari UIN Walisongo Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Yahya menegaskan bahwa PMB dicanangkan bukan lahir dari respon terhadap fundamentalisme dan terorisme. PMB adalah recall ajaran keislaman sejak Nabi Muhammad saw yang mentradisi hingga saat ini. “PMB bukanlah hal baru. Ia ada sejak zaman Nabi sebagai cara pandang dan sikap dalam beragama. Moderasi berarti tidak ekstrem kanan maupun kiri. Program ini digalakkan dalam rangka memperkuat hal tersebut, bukan reaksi atas fundamentalisme, apalagi terorisme”, ungkap Kajur IAT.

Pada kesempatan yang sama Kurnia mengeksplorasi bagaimana sebuah negara yang super power dapat pecah menjadi bagian-bagian kecil. “Ancaman disintegrasi selalu ada di sekeliling kita. Moderasi beragama merupakan salah satu perangkat lunak yang kita miliki untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan”, ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan komitmen setiap peserta untuk turut ambil bagian dalam gerakan sosial penguatan moderasi beragama. Setiap individu dapat melakukan agenda pengutan moderasi beragama di berbagai kesempatan, saat mengajar, mengisi pengajian, dan bahkan saat berada di lingkungan masyarakatnya masing-masing. Diaspora ini diharapkan dapat terus berkembang untuk bersama-sama menjaga kedamaian Indonesia.

Scroll to Top